Link berhasil disalin

Tablet Edukasi untuk Anak Usia 3–7 Tahun: Aman atau Tidak?

Anak sedang bermain tablet/gadget.
Image by Clipart Korea

Anak Anda kelihatan pintar karena bisa memakai tablet… atau justru sedang dilatih menjadi kecanduan layar sejak usia dini? Pernahkah Anda merasa cemas saat melihat anak yang baru berusia empat atau lima tahun sudah begitu mahir menggeser layar tablet, sementara Anda sendiri bertanya-tanya apakah itu benar-benar membantu masa depannya atau justru merusaknya?

Sebuah jurnal dari Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) mendukung pandangan bahwa gadget, termasuk tablet, memiliki dampak ganda: bisa menjadi media belajar anak usia dini, tetapi juga berpotensi menjadi ancaman jika penggunaannya tidak terkontrol. Di era digital ini, hampir semua anak terpapar layar sejak dini. Banyak orang tua membeli tablet anak dengan niat baik, yaitu agar anak dapat belajar sambil bermain. Namun yang sering terjadi, tablet justru berubah menjadi alat hiburan yang penuh game, video, dan iklan. Di sinilah muncul pertanyaan besar: Apakah tablet bisa menjadi media belajar anak, atau justru ancaman bagi pembelajaran anak usia dini?

Masalah Utamanya Bukan Tablet, Tapi Sistem di Dalamnya

Tablet pada dasarnya hanyalah perangkat. Ia bisa menjadi alat belajar yang sangat kuat, atau sebaliknya menjadi sumber distraksi yang berbahaya. Yang menentukan bukanlah layarnya, melainkan konten dan sistem yang bekerja di dalamnya.

Sebagian besar tablet anak di pasaran sebenarnya hanyalah tablet dewasa yang dipasangi beberapa aplikasi belajar anak. Anak tetap bisa mengakses YouTube, game, dan internet bebas. Dalam kondisi seperti ini, tablet sama sekali tidak mendukung pembelajaran anak usia dini.

Terlalu sering memberikan anak konten yang tidak sesuai umurnya dapat berakibat:

  • Anak menjadi pasif
  • Terbiasa dengan stimulasi berlebihan
  • Sulit fokus dan mudah terdistraksi
  • Lebih tertarik pada hiburan daripada belajar

Lalu, Apa yang Dimaksud dengan Tablet Edukasi Anak?

Tablet edukasi anak yang sejati bukan hanya perangkat dengan beberapa aplikasi. Ia adalah bagian dari sistem pembelajaran yang terstruktur.

Tablet edukasi yang baik harus:

  • Berisi aplikasi belajar anak yang terarah dan sesuai usia
  • Tanpa iklan dan tanpa YouTube
  • Tanpa akses internet bebas
  • Dirancang untuk mendukung pembelajaran anak usia dini

Dengan kata lain, tablet edukasi seharusnya berfungsi sebagai media belajar anak, bukan sebagai alat hiburan digital.

Ingin tahu cara memilih media belajar yang tepat untuk anak? Baca juga Cara Bijak Memilih Media Belajar Digital Anak 3-7 Tahun di Era Modern

Realitanya Banyak “Tablet Edukasi” Sebenarnya Tetap Tablet Biasa

Banyak produk yang mengklaim sebagai tablet edukasi anak, padahal hanya memblokir beberapa aplikasi. Anak masih bebas berpindah dari satu game ke game lain, tanpa alur pembelajaran yang jelas.

Dan ini membuat anak:

  • Tidak memiliki target belajar
  • Tidak membangun keterampilan secara bertahap
  • Tidak mendapatkan struktur seperti di sekolah atau homeschooling

Inilah sebabnya banyak orang tua kecewa setelah membeli tablet, karena yang mereka dapatkan bukan pembelajaran anak usia dini, melainkan layar yang membuat anak semakin kecanduan.

Inilah Perbedaannya: Tablet vs Perangkat Belajar

Di sinilah posisi Wink Smart Learning menjadi sangat berbeda.

Wink bukanlah tablet edukasi. Melainkan perangkat belajar yang dirancang untuk menemani anak belajar dengan terarah dan menyenangkan. Dikembangkan langsung di Korea, Wink hadir memberikan inovasi di dalam pembelajaran anak usia dini.

Keunggulan perangkat belajar Wink:

  • Hardware dan software dirancang bersama
  • Konten belajar berkualitas dan sistematis
  • Menciptakan lingkungan belajar untuk anak
  • Orang tua bisa memantau perkembangan belajar anak

Anak tidak memilih konten secara acak. Namun sistem Wink yang menyediakan jadwal pelajaran untuk dipelajari anak hari ini, besok, dan seterusnya. Inilah yang menjadikan Wink sebagai media belajar anak yang sesungguhnya, bukan sekadar gadget.

Baca juga Memilih Media Belajar Anak: Buku, Mainan, atau Digital?

Bagaimana Wink Membantu Anak Usia 3–7 Tahun?

Pada usia ini, anak belajar paling efektif melalui:

  • Interaksi
  • Visual
  • Pengulangan
  • Tantangan kecil dan eksplorasi

Menu pembelajaran seimbang tiap hari dari Wink.
Image by Danbi Education

Melalui metode belajar Wink, anak mendapatkan pengalaman belajar yang terstruktur, bukan sekadar bermain aplikasi.

Diantaranya anak dapat:

  • Belajar membaca, menulis, dan melafalkan kata secara bertahap dan terarah
  • Belajar berhitung dengan aktivitas interaktif yang membangun pemahaman konsep angka
  • Melatih logika melalui permainan edukatif berbasis problem solving
  • Membangun karakter, kebiasaan baik, dan rasa empati melalui animasi seru
  • Mengembangkan fokus dan disiplin melalui jadwal belajar harian yang konsisten

Sistem ini mirip dengan pendekatan belajar di sekolah dan homeschooling, tetapi dikemas dalam format digital yang disukai anak. Semua ini dirancang untuk mendukung pembelajaran anak usia dini secara alami, terarah, dan bebas tekanan.

Home Visit Trial Wink di Jabodetabek

Untuk membantu orang tua benar-benar memahami perbedaan antara tablet biasa dan perangkat belajar, Wink menyediakan program Home Visit Trial di wilayah Jabodetabek untuk anak usia 3–7 tahun.

Tim konsultan Wink akan datang ke rumah untuk memberikan panduan lengkap dan akurat terkait metode belajar Wink. Anak juga dapat mencoba langsung belajar bersama Wink dan orang tua dapat melihat bagaimana media belajar anak bekerja secara nyata.

Daftar Home Visit Trial Wink

Anda tidak perlu membeli sebelum yakin. Anak Anda bisa mencoba, dan Anda bisa menilai sendiri apakah metode belajar ini cocok untuk kebutuhan belajar anak.

Memilih Perangkat yang Membangun Masa Depan Anak

Tablet bisa membantu anak berkembang, atau justru membuatnya hanya sibuk menatap layar. Bedanya sederhana: apakah perangkat itu hanya untuk hiburan, atau benar‑benar dipakai untuk belajar.

Pada gadget biasa, anak memilih game atau video sesuka hati. Pada perangkat belajar, anak langsung diarahkan ke pelajaran membaca, berhitung, atau latihan lainnya dengan alur yang jelas.

Karena itu, yang dibutuhkan orang tua bukan sekadar tablet edukasi anak, melainkan media belajar anak yang punya sistem. Dengan begitu, orang tua tahu apa yang dipelajari anak dan bisa melihat perkembangannya.

Di sinilah Wink Smart Learning berperan dengan mengubah waktu layar menjadi waktu belajar yang bermakna.

TAGS

# home visit trial # tablet edukasi anak # aplikasi belajar anak # tablet anak

SHARE ARTICLE